Forum Temu Kangen dalam Puisi : |

Kita
curahkan kemesraan persahabatan & berkawan dalam goresan photo dan
tulisan syair/puisi, karena : "..... Hormat tidak bedinding batas",
".....Cinta tidak mengenal waktu", ".... Tegur sapa menabur sejuta
impian", ".... Kenangan indah tergores dalam ingatan", " ....Jabat
tangan melerai demamnya kangen", ".... Menebar senyum meluluhkan
kebencian" "..... Itulah "Engkau dan aku adalah teman sejati"
"....sekapur sirih...."
puisi... adalah untaian makna yang beterbangan di jagad
imaginal...bak kupu2 terbang...keangkasa bebas, setelah lepas dari kepompong
pertapaan inkubasinya...
kini "mereka" memamerkan "indahnya" warna2 sayap mereka...seakan
menyapa kepada hati2 yang bening dan bahagia...dan berseru:....lihatlah..!
kemana "aku" pergi,...oh, ternyata kesamudera "makna" yang tak
bertepi......
DAFTAR
ISI- dalam bayang bayang asa eat
- nusanatara menagis eat
- sampai batas usia eat
- andai waktu bisa kuhentikan eat
- rindu kecilkuku pr
- syukur pr
- seakan baru kemarin pr
- dibawah lonceng kecil pr
- masa masa penuh prihatin bs
- kembali bersama ikh
- di penghujung batas pr
- kembali kerumah diri pr
- bagai air dir
- manusia abadi pr
- cintaKu adalah sepi pr
- kembang padang ilalang la
- kerinduan ikh
- kebagagiaan ikh
- nyanyian alam pr
- jatuh cinta ikh
****************************************************


1. DALAM BAYANG BAYANG ASA
( Enny EAT )
Bayangmu membuatku takut
Jantungku berdetak kencang
Seakan tak percaya ...
Kau nyata di mataku
Sorot mata rindu itu
Menghunjam keras dalam jantungku
Kau genggam erat tanganku dengan Asa
Kuncup kan mekar kembali
Ada pelangi di matamu kawan
Menyimpan sejuta makna
Seakan menyuruhku untuk tahu
Tapi ... Aku tak kan mampu
41 tahun sudah berlalu......
Bunga sudah dipetik orang
Madunya habis terisap kumbang
Biarkan kenangan itu tetap abadi
Karena cinta tidak harus memiliki
Solo, 1 Oktober 2011
Saat Temu Alumni SMAN 3, Solo, Angkatan lulus th. 1970
***********************************************

2. NUSANTARA MENANGIS
( Enny EAT )
Merapi diam
Bumipun senyap
Merapi tidak batuk
Bumi bisa bergejolak
Retak ..... Merekah .....
Kerdipan mata menghitung ritme
mu
Punggung manusia, tertumpuk
menjadi satu
Gugusan Nusantara dihampiri
Tak Ada yang luput
Setiap Pulau, juga kotamu
Aceh menangis pilu
Yogya berteriak kelangit
Padang, luluh lantak dalam
cengkraman nasib
Kini...Balipun merintih
Dibalik panggung, tokoh Adu
suara
Berteriak, bela diri, bebas
hukum
Retak, bahkan lobang tanah tak
tersentuh
Hati tak tersentuh
Maka tanganpun tak berbuat
Bibir berceloteh , itu kan
bencana alam
Aduh .......Nusantara menangis
Mengenang Bencana Alam yang sering terjadi di tanah Nusantara tercinta
*************************************************************

3. SAMPAI BATAS USIA
( Enny Endah Agustiani )
Malam yang temaram
Bulan sembunyi dibalik awan
Angin semilir berhembus pelahan
Bintangpun ikut berdendang
Semuanya luruh ...
Dalam kehangatan yang membara
Sorot matamu ... Mengundang rasa
Getaran jiwamu .... Sungguh mempesona
Sungguh ....aku tak kuasa
Menolak gejolak smara dahana
Dua hati .... Menyatu dalam kalbu
Dua raga .... Lebur dalam emosi jiwa
Tangan menggenggam erat merasuk sukma
Terteguk , tirta surgawi
Terlena , dalam dahaga ....
Ooh keringat surga ..... Menetes bahagia
Masa lalu .... Penuh kenangan
Esok hari .... Adalah harapan
Untuk terus bersatu , abadi selamanya
Sampai dibatas usia kita
Solo , 18 Oktober 2011
*****************************************************
( Enny EAT )
Waktu terus berjalan
Tanpa bisa kuhentikan
Aku berteriak, meronta....
Tanganku menggapai ...
Tuhan ... Tolonglah hamba
Disaat malam semakin sunyi
Dingin mencekam kalbu
Batinku menjerit .... Pilu
Bulan mencibir .... Sinis
Aku semakin gamang
Kemana langkah harus kubawa
Sedang waktu terus berjalan
Tanpa peduli apa yang dibelakang
Hari menjelang pagi
Tubuhku lunglai, titik nadir kucapai
Tapi ... Aku harus terus semangat
Walau waktu tak bisa kuhentikan
Solo, 19 Oktober 2011, jam 2.30
( ENNY ENDAH AGUSTIANI )
>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>ooOoo<<<<<<<<<<<<<<<<<
Prakoso Rachwibowo
5. RINDU KECILKU

hutan jati yang meranggas dimusim
kemarau
daunnya coklat berguguran melayang
jatuh diantara padas-padas putih
meniti jalan menembus hutan menaik
bukit
menyeberang sungai mengecopak kaki
batu kerikil dan pasirnya
air dingin jernih menyejuk kaki
kaki-kaki kecil kukuh kuat mengayuh
sepeda
keringat berbutir dileher dan
tengkuknya
angin kering menyapu wajah gadis kecil
menggeraai rambut dikeningnya
tangan mungil melambai menyapa riang
sepanjang jalan
tangan kecil berpegang stang sepeda
berceloteh ria antara sahabat
sepanjang jalan kesekolah
ponorogo-mBiting – badegan
oh...alangkah indahnya
kaki-kaki kecil riang berlompatan di
galengan sawah
rumpun glagah kuning tebu-tebu
diladang
angin kemarau menebar harumnya pohon
cemara
layang-layang putih melenggang lenggok
dilangit biru
tergolek dirumput kakak adik bersama
oh ..alangkah indahnya
tanah membasah musim hujanpun tiba
berhujan ria menendang bola
dialun-alun desa
berceburan dikolam kubangan kerbau
bermandi lumpur kuyup basah semua
menggigil kedinginan menuju rumah
pelukan ibunda
oh ..alangkah indahnya
>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>ooOoo<<<<<<<<<<<<<<<<<
( Prakoso Rachwibowo )
6. SYUKUR
Syukur adalah rasa indah yang membuncah di kalbu…
karena rasa itu adalah percikan butir2 mutiara cahaya
yang menebar keselaga penjuru jagad nampak dan tak tampak….
Di jagad tampak, syukur menjelma sebagai tangisan ibunda ketika mendekap buah hatinya yang kini telah mekar dewasa dipersunting “pangeran”hati
memohon izin menempuh bahtera berdua tuk menapaki samudera rahmatNya…
Dia adalah butiran mutiara air yang menetes di pipi-pipi para hamba yang tersungkur tahajud diheningnya malam dingin di sepanjang sajadah cinta..
Ia adalah pemberian para dermawan pada janda2 miskin disetiap saat
Sehingga mereka tak sempat lapar,
namun tiada pernah sekalipun janda2 itu mengetahui siapa pemberinya…
syukur adalah luapan “inna lillahi” ketika harta kesayangannya diambil sang “pemilik” dan iapun ridho karenaNya
ditulis bbrp tahun yg lalu
( Prakoso Rachwibowo )
>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>
Mutiara yang hilang
<<<<<<<<<<<<<<<<
Bukankah kemarin kita bersua
Bahkan kemarin lusa kit a berdendang ria
Melintas sepeda di Singosaren, Pasar Kembang hingga ke Baron
... Menuju tempat teduh yang paling kita suka
Tempat nan lapang tuk bercipta karya
Seakan kemarin kita masih bertegur sapa
Menggelar PR dimeja besar tengah pendapa
Denting dawai gitar merdu suara dan canda
Tikar pandan kugelar tidur bersama
Baru kemarin mangga dikebun kita kupas bersama
Baru kemarin “Don” kau duduk disana (“Don”=Wahyu Sardhono=Dhono Warkophu Almarhum)
Saat ini setelah 41 th tak bersua
Saat yang panjang menjadi sakejap
Saat sapa hangat berbuncah rindu berbunga tawa
Pertanyaanmu masih tetap sama saja.....engkau siapa..?
16 des 2011
PRAKOSA RACHWIBOWO_Semarang in ....
Menanggal indah VII-10
Siwo, surabaya.
>>>>>>>>>>>>>>>> Happy for you <<<<<<<<<<<<<<<<
(Prakosa Rachwibowo)
Tembalang 10 des 2011
Untuk dibaca saat temukangen SMU 3 Warungmiri 68-70 di Surabaya
-------------------------- ooo(O)ooo -----------------------
9. Masa masa penuh prihatin
by Bambang Sarosa hing Surakarta
================================
7. Seakan baru kemarin
( Prakosa Rachwibowo )
Bukankah kemarin kita bersuaBahkan kemarin lusa kit a berdendang ria
Melintas sepeda di Singosaren, Pasar Kembang hingga ke Baron
... Menuju tempat teduh yang paling kita suka
Tempat nan lapang tuk bercipta karya
Seakan kemarin kita masih bertegur sapa
Menggelar PR dimeja besar tengah pendapa
Denting dawai gitar merdu suara dan canda
Tikar pandan kugelar tidur bersama
Baru kemarin mangga dikebun kita kupas bersama
Baru kemarin “Don” kau duduk disana (“Don”=Wahyu Sardhono=Dhono Warkophu Almarhum)
Saat ini setelah 41 th tak bersua
Saat yang panjang menjadi sakejap
Saat sapa hangat berbuncah rindu berbunga tawa
Pertanyaanmu masih tetap sama saja.....engkau siapa..?
16 des 2011
PRAKOSA RACHWIBOWO_Semarang in ....
Menanggal indah VII-10
Siwo, surabaya.
>>>>>>>>>>>>>>>> Happy for you <<<<<<<<<<<<<<<<
8. DIBAWAH
LONCENG KECIL
(Prakosa Rachwibowo)
Kukayuh
sepeda sekuat tenaga
Jam
besar Pasar Gede pun terlewat sudah
Jauh
didepan satu rival bebuyutan harus kutaklukan
...
Bahasa Inggris jangan sampai telambat
Pak
Trono takmungkin membiarkan ku lewat
Lorong
kecil memanjang gerbang sekolah
Berpacu
waktu melintas cemara, lapangan basket dan kamboja
Tersengal
napas menyeka keringat kuambil tempat
Ragam
wajah teman sahabat masih menunggu hatiku hangat
Tak
terasa waktu merayap cepat,
Goniometri,
mekanika dan kimiapun lewat
Pak
Trono, p.Slamet, p.Singgih dan bu Lastri
Guru
tercinta yang baik budi
Tak
kenal lelah selalu memberi
Namun
kantuk kali ini menyergap terlalu cepat
Kertas
kecil segera kugores memindah wajah
Agar
kantuk ini segera pergi
Guratan
wajah beliau kini berpindah cepat
Diatas
kertas putih kecilku itu
Bahkan
kantuk teman2 pun ikut lenyap
Ditimpa
tawa terhtahan tahan
Karikatur
wajah pak Daryono seakan ikut tertawa
Karikatur
wajah pak Daryono seakan ikut tertawa
Lonceng
kecilpun berdentang, tanda istirahat mengusir sisa kantuk itu
Duduk
bersanding teman sebangku
Rindu
remaja bertualang cita
Dekat
dimata takterjangkau rasa
Bau
kopi membaur ria
Celoteh
gadis bercanda ria
Angan
pemuda entah kemana
Arsis
karya membuatku terlena
Lonceng
kecil kini berdentang nyaring
Langkah
gontai menuai takdir
Semoga
ini jam terakhir
resah
didada tak kunjung usai
Kan kemana jika ini
berakhir
Namun
kantuk kali ini menyergap terlalu cepat
Kertas
kecil segera kugores memindah wajah
Agar
kantuk ini segera pergi
Guratan
wajah beliau kini berpindah cepat
Diatas
kertas putih kecilku itu
Bahkan
kantuk teman2 pun ikut lenyap
Ditimpa
tawa terhtahan tahan
Tembalang 10 des 2011
Untuk dibaca saat temukangen SMU 3 Warungmiri 68-70 di Surabaya
-------------------------- ooo(O)ooo -----------------------
9. Masa masa penuh prihatin
Menjelang jam sebelas siang
Bayang bayang gado gado demikian nyata
Ibu Sutiman dengan trenyuh meraciknya
Diutang suatu hal yang biasa...
Dibalik tembok ruang kelas
Jalan kecil untuk transaksi ilegal
Bergetar kocokan kaleng dan lintingan kertas
Jatuh satu lintingan, lima telur bebek untuk
berlima
Berbuih buih mulut_mulut pemenang lotere
Mengunyah asinnya telor ........
by Bambang Sarosa hing Surakarta
================================
10. Kembali bersama
( Tutut IKH)
Kutatap wajah teman-teman
Walau raut wajah sedikit berbeda
Namun garis masa muda masih kelihatan
Penuh semangat dan keceriaan
Penuh rasa rindu kita berpelukan
Dengan celoteh yang tiada habisnya
Mencoba menjembatani hari-hari yang hilang
Setelah empat puluh satu tahun berselang
Ooh, indahnya pertemuan
Jagalah dalam kebersamaan
Dalam Cinta dan kasih sayang
Karna semua itu, bias menjadikan kita hidup dalam harapan
by INDRIANTI KUSUMA HASTUTI - TUTUT
30 Des 2011; 10:22
*******************************************************************
prakosa rachwibowo

11. di....penghujung batas .... "
diujung waktu
keragaman tak pula kunjung reda
pelangi bermain warna
kebeningan seolah sirna
walau dia adalah nyata
dua sisi keping mata uang
menghadap 2 kiblat
untuk mencari kesatuan
dia tidak akan kemana
karena dia bukanlah dia ataupun mereka
perjalananpun tak mungkin berhenti
sampai semua kembali
ternyata engkau hanya sendiri
setia menunggu sampai mengerti
22.13 jum'at, 30 des ...menjelang 2012
*****************************************************
Prakosa Rachwibowo

12. ".... kembali pulang kerumah diri ..."
alangkah
jauh perjalanan
betapa
kabut kian menebal
pandangan
kian memburam
titik
embun yg sejuk kian didamba
jatidiri
siapa..seperti apa
kini
kian dinanti
wahai
ksatria..kemana engkau telah pergi
pujaan
hati pelipur duka
berjuta
tanya ..menunggu jawab
kepada
luka meremuk jiwa
atau
kepada kembara yang kuyup karena amarah
tamak
serakah bachil dan berlomba loba
jauuh
dan dengarkan..bisikan lirih merintih seruling buluh perindu
dan
anai2 lebah si kupu2
kepada
bumi rumahku ku kan selalu menunggumu
karena
kembaramu makin menjauh menuju diri
(hendaklah
segera kembali)
yg masih diperbudak diri
20 des 2011 15.46
**************************************************************
Dirmawan Lik Dir

13. Bagai Air
01 Januari 2012
Oi.. bagai air, 2011 semuanya tlah
mengalir,
sebagian bagai bah bandang,
sebagian merembes diantara pasir
kekerasan yang meruncing,
atau tak disadari menyusup meliku
berlalu dalam belitnya lorong karst,
namun niscaya semua menuju satu tujuan
Samudera Kekuasaan, dihadapanNya meluluh larut dalam suatu
persamaan tak terhingga,kemudian karena cahaya MU,
2012 mulai daur langit dan jatuh bagai
matrik bintik embun
wangi kemilau hening bening
penuh berkah yang menyejukkan, sentosa sejahteralah, semoga,
ya semoga kawan dan sanak kerabatku
mendapat berkah
sejahtera sentosalah
Prakosa Rachwibowo


14. manusia ( yg ingin ) abadi
prakosa rachwibowo ( mengeti yarig ipun ibunipun lare2)
Ada tiga
jenis manusia, manusia akal, manusia tubuh dan manusia hati.
Manusia
akal, sangat intelektual, rapi kata2 nya, sehingga kalau tidak tertib bin
teratur mereka memilah, menyisihkannya
....masukkan
saja semua "chaos" itu ke kasta sudra.
Manusia
tubuh, sangat energik, demo dan suka kenyamanan,,apapun dicicipinya walau harus
mengorbankan diri.
Manusia
hati , kadang diam, namun jiwanya sangat mendamba kemerdekaan,
walau
lahiriyah hidup sahaja, bahkan terlunta dihina...namun demi ruh dia sering
mengabaikan pagar... tatanan..apalagi tepuk tangan.
Jangan
hiraukan martabat atau birokrat,
himahnya
hanya satu...terbang tinggi menembus awan menyentuh a'la.
membuang
segala setelah melihat yang satu
walau
disini, dia bukan disini.
jiwanya
telah bertemu bidadari
matanya
buta dengan kefanaan (birokrasi, tradisi dan opini)
makanannya
langsung turun dari syurgawi
yaitu,
darah dan derita duafa yang baginya bak cahaya mentari pagi.
karena agamanya adalah jeritan hasemoga umur barokah 25 des 1957-2012
09.00 sampangan siwo geol '72
####################################
Prakosa Rachwibowo

15. "...... cintaKu adalah sepi ..."
dan engkau kejar layang2 putus itu
kaki2 kecil bola sepak lapangan dipinggir kali
lenguh kerbau punggung kukuh kubangan mandi
derai tawa menimpa hati celoteh ria tiada henti
engkau yang dicari
dan engkau daki bukit gunung yg tinggi
puncak dan lembah kau telusuri
gempita dunia membuai lupakan diri
resah tangis berganti hari
kini engkau duduk sendiri
ujung demi ujung tiada tepi
tinggi dan rendah hanyalah anggapan diri
sepi dan cinta tak "akan henti"
kesanalah hendaknya kau menanti
saat tanyamu Kujawab nanti
karena kau "ada" untuk "mengerti"
bukan untuk salah pahami
bahwa cintaKu adalah sepi
sampangan awal kedua (2 jan 2012) 07.38
*****************************************************

15. KEMBANG PADANG ILALANG by Lies Aryati
pagi itu
padang ilalang seperti sutra putih tertiup angin.
Batangnya
yg panjang gemulai melenggok ditiup angin.
Bulu2
halus terurai dari bunganya, beterbangan, meniti arus yg membawanya jauuuh,
entah kemana.
Perjalanan
bulu2 mengarungi udara seperti perjuangan kehidupan anak manusia. Setelah
dewasa, terurai dari lingkungan keluarga, dalam perjuangannya untuk dapat memenangkan
kehidupan.
Persis
seperti bulu kembang ilalang, langkah kaki ini bergerak mengikuti takdir
membawa.
Serba
tidak pasti, tdk jelas kemana arah.
Yang
pasti adalah, harus tetap bertahan, bersiap untuk mampu menghadapi segala
kemungkinan yg akan datang. Sangat melelahkan.....
Ketika
hari itu datang, dengan menawarkan sgala kemungkinan.
Ingin
kuraih smua untuk merubah keadaan.
Untuk
dapat sebentar berhenti meniti hari, untuk sejenak berpegang pada uluran
tangan, untuk sesaat mendapat pelukan yang mampu menghadirkan kedamaian. Meski
hanya sesaat .....
Lies Aryati, Jakarta 13 Januari 2012 Pk.12.42 WIB******************************************************
Indrianti Kusuma Hastuti (Tutu)
17. KERINDUAN
Bulan
perak bulan separo
Dimalam dingin malam kelabu
angin sumilir perlahan
daun-daun lembut bergoyang
Hatiku bergetar dalam kerinduan
Bergelayut menerawang
Mencari kawan dalam angan
Menanti saat Pertemuan
Dimalam dingin malam kelabu
angin sumilir perlahan
daun-daun lembut bergoyang
Hatiku bergetar dalam kerinduan
Bergelayut menerawang
Mencari kawan dalam angan
Menanti saat Pertemuan
Mas
kumambang mendayu-dayu
Mengalun lagu sendu
Wahai kawan-kawanku
Kapankah lagi kita dapat bertemu?
Mengalun lagu sendu
Wahai kawan-kawanku
Kapankah lagi kita dapat bertemu?
by Tutut
4 Januari 2012 jam 21.43
4 Januari 2012 jam 21.43
18. KEBAHAGIAAN
Pagi merekah diufuk timur
Bak intan berlian embun berkilau
Bunga-bunga mekar dalam kesegarannya
Fajar menyingsing, duhai indahnya.
Kebahagiaan dan kehangatan
Memenuhi relung hatiku
Kugandeng cucuku menuju ke taman
Dalam semangat dan harapan tuaku
Hari-hari dalam usiaku yang tersisa
Apalagi yang kudamba
Selain senyum di bibir cucu nan belia
Serta kasih sayang kawan-kawan semua.
Tutut
13 Jan 2012; 20:14
*************************************************************************
by Prakosa Rachwibowo
19. ".......nyanyian alam ...... "
oh...alangkah eloknya diam
ah....betapa hiruk pikuknya diri
uh... . gundah rindu renjana kalbu
berharap disana bersua sunyi
saat2 alam menyentuh hati,
waktu2....rindu membeku jiwa,
detik2...aliran sungai meruap ruh..
masa2...wujud fana menyibak hijab
waktu2....rindu membeku jiwa,
detik2...aliran sungai meruap ruh..
masa2...wujud fana menyibak hijab
tersipu malu wujud
keabadianmu
saat rindu kesejatian mengharu biru
saat rindu kesejatian mengharu biru
maka...
kesendirian adalah
saat yg indah
keheningan menjelma ...tempat paling menta'jubkan
keheningan menjelma ...tempat paling menta'jubkan
saat2 jendela kazanah
kehakikian membukakan cahayanya
samadi, membuat langkah menjadi panjang..
bertanya...taqorub, munasabah,muhasabah..dan tercengang
oi...alangkah indahnya alamsamadi, membuat langkah menjadi panjang..
bertanya...taqorub, munasabah,muhasabah..dan tercengang
oh...alangkah eloknya diam
ah....betapa hiruk pikuknya diri
uh... . gundah rindu renjana kalbu
berharap disana bersua sunyi
sampangan 06.54 17 jan 2012
23 shofar 1433
siwo72
23 shofar 1433
siwo72
*****************************************************************************
















Kita akan unggah di tayangan youtube dengan background yang lebih baik 2016 DES
BalasHapusKeren om, tante moga sehat selalu
BalasHapuseErka | Uniq EuORG | Potelot EuORG | MyMix Pro | Soi MyID