Selasa, 03 Januari 2012

NALURI TEMU KANGEN DALAM GORESAN PUISI



Forum Temu Kangen dalam Puisi :


Kita curahkan kemesraan persahabatan & berkawan dalam goresan photo dan tulisan syair/puisi, karena : "..... Hormat tidak bedinding batas", ".....Cinta tidak mengenal waktu", ".... Tegur sapa menabur sejuta impian", ".... Kenangan indah tergores dalam ingatan", " ....Jabat tangan melerai demamnya kangen", ".... Menebar senyum meluluhkan kebencian" "..... Itulah "Engkau dan aku adalah teman sejati"


 "....sekapur sirih...."

puisi... adalah untaian makna yang beterbangan di jagad imaginal...bak kupu2 terbang...keangkasa bebas, setelah lepas dari kepompong pertapaan inkubasinya...

kini "mereka" memamerkan "indahnya" warna2 sayap mereka...seakan menyapa kepada hati2 yang bening dan bahagia...dan berseru:....lihatlah..! kemana "aku" pergi,...oh, ternyata kesamudera "makna" yang tak bertepi......


DAFTAR ISI


  1. dalam bayang bayang asa eat
  2. nusanatara menagis eat
  3. sampai batas usia eat
  4. andai waktu bisa kuhentikan eat
  5. rindu kecilkuku pr
  6. syukur pr
  7. seakan baru kemarin pr
  8. dibawah lonceng kecil pr
  9. masa masa penuh prihatin bs
  10. kembali bersama ikh
  11. di penghujung batas pr
  12. kembali kerumah diri pr
  13. bagai air dir
  14. manusia abadi pr
  15. cintaKu adalah sepi pr
  16. kembang padang ilalang la
  17. kerinduan    ikh
  18. kebagagiaan  ikh
  19. nyanyian alam   pr
  20. jatuh cinta     ikh

****************************************************
 
1. DALAM BAYANG BAYANG ASA                                                                                                   
 ( Enny EAT )


Bayangmu membuatku takut
Jantungku berdetak kencang
Seakan tak percaya ...
Kau nyata di mataku

Sorot mata rindu itu
Menghunjam keras dalam jantungku
Kau genggam erat tanganku dengan Asa
Kuncup kan mekar kembali

Ada pelangi di matamu kawan
Menyimpan sejuta makna
Seakan menyuruhku untuk tahu
Tapi ... Aku tak kan mampu

41 tahun sudah berlalu......
Bunga sudah dipetik orang
Madunya habis terisap kumbang
Biarkan kenangan itu tetap abadi
Karena cinta tidak harus memiliki

Solo, 1 Oktober 2011
Saat Temu Alumni SMAN 3, Solo, Angkatan lulus th. 1970

 ***********************************************

 

2. NUSANTARA MENANGIS
( Enny EAT )


Merapi diam
Bumipun senyap
Merapi tidak batuk
Bumi bisa bergejolak
Retak ..... Merekah .....

Kerdipan mata menghitung ritme mu
Punggung manusia, tertumpuk menjadi satu
Gugusan Nusantara dihampiri
Tak Ada yang luput
Setiap Pulau, juga kotamu

Aceh menangis pilu
Yogya berteriak kelangit
Padang, luluh lantak dalam cengkraman nasib
Kini...Balipun merintih

Dibalik panggung, tokoh Adu suara
Berteriak, bela diri, bebas hukum
Retak, bahkan lobang tanah tak tersentuh

Hati tak tersentuh
Maka tanganpun tak berbuat
Bibir berceloteh , itu kan bencana alam
Aduh .......Nusantara menangis

SOLO 14 Oktober 2011
Mengenang Bencana Alam yang sering terjadi di tanah Nusantara tercinta

*************************************************************

   


3. SAMPAI BATAS USIA
( Enny Endah Agustiani )

Malam yang temaram
Bulan sembunyi dibalik awan
Angin semilir berhembus pelahan
Bintangpun ikut berdendang
Semuanya luruh ...
Dalam kehangatan yang membara

Sorot matamu ... Mengundang rasa
Getaran jiwamu .... Sungguh mempesona
Sungguh ....aku tak kuasa
Menolak gejolak smara dahana

Dua hati .... Menyatu dalam kalbu
Dua raga .... Lebur dalam emosi jiwa
Tangan menggenggam erat merasuk sukma
Terteguk , tirta surgawi
Terlena , dalam dahaga ....
Ooh keringat surga ..... Menetes bahagia

Masa lalu .... Penuh kenangan
Esok hari .... Adalah harapan
Untuk terus bersatu , abadi selamanya
Sampai dibatas usia kita

Solo , 18 Oktober 2011

*****************************************************



 
4. ANDAI WAKTU BISA KUHENTIKAN                                             
( Enny EAT )


Waktu terus berjalan
Tanpa bisa kuhentikan
Aku berteriak, meronta....
Tanganku menggapai ...
Tuhan ... Tolonglah hamba

Disaat malam semakin sunyi
Dingin mencekam kalbu
Batinku menjerit .... Pilu
Bulan mencibir .... Sinis

Aku semakin gamang
Kemana langkah harus kubawa
Sedang waktu terus berjalan
Tanpa peduli apa yang dibelakang

Hari menjelang pagi
Tubuhku lunglai, titik nadir kucapai
Tapi ... Aku harus terus semangat
Walau waktu tak bisa kuhentikan

Solo, 19 Oktober 2011, jam 2.30
( ENNY ENDAH AGUSTIANI )

>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>ooOoo<<<<<<<<<<<<<<<<<

 Prakoso Rachwibowo


5. RINDU KECILKU


hutan jati yang meranggas dimusim kemarau
daunnya coklat berguguran melayang jatuh diantara padas-padas putih
meniti jalan menembus hutan menaik bukit
menyeberang sungai mengecopak kaki batu kerikil dan pasirnya
air dingin jernih menyejuk kaki
kaki-kaki kecil kukuh kuat mengayuh sepeda
keringat berbutir dileher dan tengkuknya
angin kering menyapu wajah gadis kecil menggeraai rambut dikeningnya
tangan mungil melambai menyapa riang sepanjang jalan
tangan kecil berpegang stang sepeda
berceloteh ria antara sahabat sepanjang jalan kesekolah
ponorogo-mBiting – badegan
oh...alangkah indahnya

kaki-kaki kecil riang berlompatan di galengan sawah
rumpun glagah kuning tebu-tebu diladang
angin kemarau menebar harumnya pohon cemara
layang-layang putih melenggang lenggok dilangit biru
tergolek dirumput kakak adik bersama
oh ..alangkah indahnya

tanah membasah musim hujanpun tiba
berhujan ria menendang bola dialun-alun desa
berceburan dikolam kubangan kerbau bermandi lumpur kuyup basah semua
menggigil kedinginan menuju rumah pelukan ibunda
oh ..alangkah indahnya
By PR tembalang 10 juli 2005

>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>ooOoo<<<<<<<<<<<<<<<<<
( Prakoso Rachwibowo )
     

6. SYUKUR

Syukur adalah rasa indah yang membuncah di kalbu…
karena rasa itu adalah percikan butir2 mutiara cahaya
yang menebar keselaga penjuru jagad nampak dan tak tampak….

Di jagad tampak, syukur menjelma sebagai tangisan ibunda ketika mendekap buah hatinya yang kini telah mekar dewasa dipersunting “pangeran”hati
memohon izin menempuh bahtera berdua tuk menapaki samudera rahmatNya…

Dia adalah butiran mutiara air yang menetes di pipi-pipi para hamba yang tersungkur tahajud diheningnya malam dingin di sepanjang sajadah cinta..

Ia adalah pemberian para dermawan pada janda2 miskin disetiap saat
Sehingga mereka tak sempat lapar,
namun tiada pernah sekalipun janda2 itu mengetahui siapa pemberinya…

syukur adalah luapan “inna lillahi” ketika harta kesayangannya diambil sang “pemilik” dan iapun ridho karenaNya

ditulis bbrp tahun yg lalu
( Prakoso Rachwibowo )
 >>>>>>>>>>>>>>>>>>>>> Mutiara yang hilang <<<<<<<<<<<<<<<<


 


7. Seakan baru kemarin
( Prakosa Rachwibowo )

Bukankah kemarin kita bersua
Bahkan kemarin lusa kit a berdendang ria
Melintas sepeda di Singosaren, Pasar Kembang hingga ke Baron
... Menuju tempat teduh yang paling kita suka
Tempat nan lapang tuk bercipta karya

Seakan kemarin kita masih bertegur sapa
Menggelar PR dimeja besar tengah pendapa
Denting dawai gitar merdu suara dan canda
Tikar pandan kugelar tidur bersama
Baru kemarin mangga dikebun kita kupas bersama
Baru kemarin “Don” kau duduk disana (“Don”=Wahyu Sardhono=Dhono Warkophu Almarhum)

Saat ini setelah 41 th tak bersua
Saat yang panjang menjadi sakejap
Saat sapa hangat berbuncah rindu berbunga tawa
Pertanyaanmu masih tetap sama saja.....engkau siapa..?

16 des 2011
PRAKOSA RACHWIBOWO_Semarang in ....
Menanggal indah VII-10
Siwo, surabaya.

>>>>>>>>>>>>>>>> Happy for you <<<<<<<<<<<<<<<<


 8. DIBAWAH LONCENG KECIL

 (Prakosa Rachwibowo)



Kukayuh sepeda sekuat tenaga
Jam besar Pasar Gede pun terlewat sudah
Jauh didepan satu rival bebuyutan harus kutaklukan
... Bahasa Inggris jangan sampai telambat
Pak Trono takmungkin membiarkan ku lewat

Lorong kecil memanjang gerbang sekolah
Berpacu waktu melintas cemara, lapangan basket dan kamboja
Tersengal napas menyeka keringat kuambil tempat
Ragam wajah teman sahabat masih menunggu hatiku hangat

Tak terasa waktu merayap cepat,
Goniometri, mekanika dan kimiapun lewat
Pak Trono, p.Slamet, p.Singgih dan bu Lastri
Guru tercinta yang baik budi
Tak kenal lelah selalu memberi

Namun kantuk kali ini menyergap terlalu cepat
Kertas kecil segera kugores memindah wajah
Agar kantuk ini segera pergi
Guratan wajah beliau kini berpindah cepat
Diatas kertas putih kecilku itu
Bahkan kantuk teman2 pun ikut lenyap
Ditimpa tawa terhtahan tahan
Karikatur wajah pak Daryono seakan ikut tertawa
Karikatur wajah pak Daryono seakan ikut tertawa

 Lonceng kecilpun berdentang, tanda istirahat mengusir sisa kantuk itu
Duduk bersanding teman sebangku
Rindu remaja bertualang cita
Dekat dimata takterjangkau rasa

Bau kopi membaur ria
Celoteh gadis bercanda ria
Angan pemuda entah kemana
Arsis karya membuatku terlena
 
Lonceng kecil kini berdentang nyaring
Langkah gontai menuai takdir
Semoga ini jam terakhir
resah didada tak kunjung usai
Kan kemana jika ini berakhir

Namun kantuk kali ini menyergap terlalu cepat
Kertas kecil segera kugores memindah wajah
Agar kantuk ini segera pergi
Guratan wajah beliau kini berpindah cepat
Diatas kertas putih kecilku itu
Bahkan kantuk teman2 pun ikut lenyap
Ditimpa tawa terhtahan tahan

Tembalang 10 des 2011
Untuk dibaca saat temukangen SMU 3 Warungmiri 68-70 di Surabaya

-------------------------- ooo(O)ooo -----------------------



 9. Masa masa penuh prihatin                              

Menjelang jam sebelas siang
Bayang bayang gado gado demikian nyata
Ibu Sutiman dengan trenyuh meraciknya
Diutang suatu hal yang biasa...
Dibalik tembok ruang kelas
Jalan kecil untuk transaksi ilegal
Bergetar kocokan kaleng dan lintingan kertas
Jatuh satu lintingan, lima telur bebek untuk berlima
Berbuih buih mulut_mulut pemenang lotere
Mengunyah asinnya telor ........

by Bambang Sarosa hing Surakarta
================================  




10. Kembali bersama
( Tutut IKH)
 
Kutatap wajah teman-teman
Walau raut wajah sedikit berbeda
Namun garis masa muda masih kelihatan
Penuh semangat dan keceriaan

Penuh rasa rindu kita berpelukan
Dengan celoteh yang tiada habisnya
Mencoba menjembatani hari-hari yang hilang
Setelah empat puluh satu tahun berselang

Ooh, indahnya pertemuan
Jagalah dalam kebersamaan
Dalam Cinta dan kasih sayang
Karna semua itu, bias menjadikan kita hidup dalam harapan

by INDRIANTI KUSUMA HASTUTI - TUTUT
30 Des 2011; 10:22

*******************************************************************
prakosa rachwibowo
 

11. di....penghujung batas .... "                                                         

diujung waktu
keragaman tak pula kunjung reda
pelangi bermain warna
kebeningan seolah sirna
walau dia adalah nyata

dua sisi keping mata uang
menghadap 2 kiblat
untuk mencari kesatuan
dia tidak akan kemana
karena dia bukanlah dia ataupun mereka

perjalananpun tak mungkin berhenti
sampai semua kembali
ternyata engkau hanya sendiri
setia menunggu sampai mengerti

22.13 jum'at, 30 des ...menjelang 2012

*****************************************************
Prakosa Rachwibowo

  

 12. ".... kembali pulang kerumah diri ..."                               


alangkah jauh perjalanan
betapa kabut kian menebal
pandangan kian memburam
titik embun yg sejuk kian didamba
jatidiri siapa..seperti apa
kini kian dinanti

wahai ksatria..kemana engkau telah pergi
pujaan hati pelipur duka
berjuta tanya ..menunggu jawab
kepada luka meremuk jiwa
atau kepada kembara yang kuyup karena amarah
tamak serakah bachil dan berlomba loba

jauuh dan dengarkan..bisikan lirih merintih seruling buluh perindu
dan anai2 lebah si kupu2
kepada bumi rumahku ku kan selalu menunggumu
karena kembaramu makin menjauh menuju diri
(hendaklah segera kembali)


yg masih diperbudak diri
20 des 2011 15.46
**************************************************************
 Dirmawan Lik Dir
   
  
13. Bagai Air
01 Januari 2012



Oi.. bagai air, 2011 semuanya tlah mengalir,
sebagian bagai bah bandang,
sebagian merembes diantara pasir kekerasan yang meruncing,
atau tak disadari menyusup meliku berlalu dalam belitnya lorong karst,
namun niscaya semua menuju satu tujuan
Samudera Kekuasaan, dihadapanNya meluluh larut dalam suatu persamaan tak terhingga,kemudian karena cahaya MU,
2012 mulai daur langit dan jatuh bagai matrik bintik embun
wangi kemilau hening bening
penuh berkah yang menyejukkan, sentosa sejahteralah, semoga,
ya semoga kawan dan sanak kerabatku mendapat berkah
sejahtera sentosalah



*********************************************************

 Prakosa Rachwibowo










14. manusia ( yg ingin ) abadi                                                          
         prakosa rachwibowo ( mengeti yarig ipun ibunipun lare2)
 
Ada tiga jenis manusia, manusia akal, manusia tubuh dan manusia hati.
Manusia akal, sangat intelektual, rapi kata2 nya, sehingga kalau tidak tertib bin teratur mereka memilah, menyisihkannya
....masukkan saja semua "chaos" itu ke kasta sudra.

Manusia tubuh, sangat energik, demo dan suka kenyamanan,,apapun dicicipinya walau harus mengorbankan diri.

Manusia hati , kadang diam, namun jiwanya sangat mendamba kemerdekaan,
walau lahiriyah hidup sahaja, bahkan terlunta dihina...namun demi ruh dia sering mengabaikan pagar... tatanan..apalagi tepuk tangan.
Jangan hiraukan martabat atau birokrat,
himahnya hanya satu...terbang tinggi menembus awan menyentuh a'la.
membuang segala setelah melihat yang satu
walau disini, dia bukan disini.

jiwanya telah bertemu bidadari
matanya buta dengan kefanaan (birokrasi, tradisi dan opini)
makanannya langsung turun dari syurgawi
yaitu, darah dan derita duafa yang baginya bak cahaya mentari pagi.
karena agamanya adalah jeritan ha
semoga umur barokah 25 des 1957-2012
09.00 sampangan   siwo geol '72
 ####################################

 Prakosa Rachwibowo

    

15. "...... cintaKu adalah sepi ..."                                                     

dan engkau kejar layang2 putus itu
kaki2 kecil bola sepak lapangan dipinggir kali
lenguh kerbau punggung kukuh kubangan mandi
derai tawa menimpa hati celoteh ria tiada henti
engkau yang dicari

dan engkau daki bukit gunung yg tinggi

puncak dan lembah kau telusuri
gempita dunia membuai lupakan diri
resah tangis berganti hari
kini engkau duduk sendiri

ujung demi ujung tiada tepi

tinggi dan rendah hanyalah anggapan diri
sepi dan cinta tak "akan henti"
kesanalah hendaknya kau menanti
saat tanyamu Kujawab nanti

karena kau "ada" untuk "mengerti"

bukan untuk salah pahami
bahwa cintaKu adalah sepi



sampangan awal kedua (2 jan 2012) 07.38
*****************************************************

   
15. KEMBANG PADANG ILALANG                                                                       by Lies Aryati


pagi itu padang ilalang seperti sutra putih tertiup angin.
Batangnya yg panjang gemulai melenggok ditiup angin.
Bulu2 halus terurai dari bunganya, beterbangan, meniti arus yg membawanya jauuuh, entah kemana.

Perjalanan bulu2 mengarungi udara seperti perjuangan kehidupan anak manusia. Setelah dewasa, terurai dari lingkungan keluarga, dalam perjuangannya untuk dapat memenangkan kehidupan.

Persis seperti bulu kembang ilalang, langkah kaki ini bergerak mengikuti takdir membawa.
Serba tidak pasti, tdk jelas kemana arah.
Yang pasti adalah, harus tetap bertahan, bersiap untuk mampu menghadapi segala kemungkinan yg akan datang. Sangat melelahkan.....

Ketika hari itu datang, dengan menawarkan sgala kemungkinan.
Ingin kuraih smua untuk merubah keadaan.
Untuk dapat sebentar berhenti meniti hari, untuk sejenak berpegang pada uluran tangan, untuk sesaat mendapat pelukan yang mampu menghadirkan kedamaian. Meski hanya sesaat .....
Lies Aryati, Jakarta 13 Januari 2012 Pk.12.42 WIB


******************************************************

 Indrianti Kusuma Hastuti (Tutu)
   




 
17. KERINDUAN                                                                      


Bulan perak bulan separo
Dimalam dingin malam kelabu
angin sumilir perlahan
daun-daun lembut bergoyang
Hatiku bergetar dalam kerinduan
Bergelayut menerawang
Mencari kawan dalam angan
Menanti saat Pertemuan  
Mas kumambang mendayu-dayu
Mengalun lagu sendu
Wahai kawan-kawanku
Kapankah lagi kita dapat bertemu?

 
by Tutut
4 Januari 2012 jam 21.43

*************************************************************************
 
 18. KEBAHAGIAAN                                                                                                        

Pagi merekah diufuk timur
Bak intan berlian embun berkilau
Bunga-bunga mekar dalam kesegarannya
Fajar menyingsing, duhai indahnya.

Kebahagiaan dan kehangatan

Memenuhi relung hatiku
Kugandeng cucuku menuju ke taman
Dalam semangat dan harapan tuaku

Hari-hari dalam usiaku yang tersisa

Apalagi yang kudamba
Selain senyum di bibir cucu nan belia
Serta kasih sayang kawan-kawan semua.


Tutut
13 Jan 2012; 20:14

*************************************************************************
 
by Prakosa Rachwibowo
 19. ".......nyanyian alam ...... "                                                             

saat2 alam menyentuh hati,
waktu2....rindu membeku jiwa,
detik2...aliran sungai meruap ruh..
masa2...wujud fana menyibak hijab

tersipu malu wujud keabadianmu
saat rindu kesejatian mengharu biru 
 
maka...
 
kesendirian adalah saat yg indah
keheningan menjelma ...tempat paling menta'jubkan
saat2 jendela kazanah kehakikian membukakan cahayanya
samadi, membuat langkah menjadi panjang..
bertanya...taqorub, munasabah,muhasabah..dan tercengang
 
oi...alangkah indahnya alam
oh...alangkah eloknya diam
ah....betapa hiruk pikuknya diri
uh... . gundah rindu renjana kalbu 
berharap disana bersua sunyi 



sampangan 06.54 17 jan 2012
23 shofar 1433
siwo72

*****************************************************************************


20. JATUH CINTA                                                                                       



Setelah berpuluh tahun berlalu
Di Surabaya kita bertemu
Kutatap matamu dalam hening syahdu
Kusapa hatimu dalam bisu

Masihkah ada binar cinta di matamu?
Masihkah ada getar cinta di hatimu?

Kusapa bintang dilangit kelam
Kudengar tangis cengkrik disepi malam
Kucoba tanya dihatiku terdalam
Adakah kenangan indah tertinggal disana

Rangkaian katamu menghanyutkan kalbu
Tatapan matamu bermakna seribu
Menggetarkan hatiku
Meluluhkan jiwaku

Kau hangatkan hati nan sepi
Kau angkat hati nan perih

Aku melayang ........
Aku mengambang ........
Jatuh.
Dalam bara cinta.

Oh teman ..... oh kawan .....
Hatiku melambung tinggi karna cintamu
Jiwaku berdegub deru sayangmu
Tautkan jiwa kita tuk selamanya.

Tutut, 24 Januari 2012; 08.33

2 komentar: